Thursday, April 3, 2014

Desainer Life : Menampilkan Kesan Pertama yang Meyakinkan Ketika Bertemu Klien



Bagi saya pribadi, bertemu dengan klien itu selalu bikin dag-dig-dug. Persis seperti nge-date. Terlebih lagi ketika awal-awal saya memberanikan diri menjadi desainer. Portofolio masih sedikit, mau ngasih harga takut kemahalan, pas ketemu klien takut nge-blank, wah banyak. Tapi itu dulu... Kalau sekarang, karena sudah ada pengalaman, tetep aja degdegan. Hehe


Lalu bagaimana agar kita sebagai desainer bisa survive dan memberikan kesan pertama yang meyakinkan klien? Kuncinya dua, 'Persiapan dan Percaya diri aja'. Untuk itu disini kita akan share tips dan teknik untuk menampilkan kesan positif, terlebih saat pertama jumpa klien.

1. Portofolio

Portofolio ini sangat penting sekali banget. Disinilah klien mengukur kemampuan kita, apakah kita bisa dipercaya dan cukup kompeten untuk menghandle proyeknya. Untuk alasan ini lah kita perlu mempersiapkan portofolio yang betul-betul bagus.

Pilih Karya yang Mencerminkan 'The Best of You'

Hati-hati dalam memilih karya yang ditampilkan dalam portofolio. Jangan tergoda untuk menampilkan banyak-banyak karya hanya karena kita sudah memiliki banyak proyek desain. Kita tahu bahwa tidak semua karya kita hasilnya memuaskan (mungkin karena inspirasi lagi mampet, waktu mepet, atau malah karena faktor klien). Pilih lah hanya karya-karya terbaik, yang menunjukkan 'the best of you'.

Saya Belum Punya Banyak Karya untuk Portofolio

Hal ini biasanya terjadi pada kita yang baru memulai freelance di dunia desain dan belum memiliki 'real work'. Saran saya, buatlah beberapa karya real. Tanya teman-teman kita, kenalan, keluarga, atau bahkan perusahaan untuk dibuatkan sebuah proyek desain. Proyek desain bisa berupa kartu nama, logo, brosur, kaos, apapun. Tawarkan jasa kita secara gratis, sehingga mereka pun tertarik untuk mencoba jasa kita.

"WAIT! GRATIS?? NOOO!" Iya gratis. Karena mencari klien komersil untuk kita yang belum memiliki jam terbang yang tinggi biasanya agak sulit, kecuali kita memiliki contoh karya yang cukup baik untuk mereka. Jadi di fase ini, sambil mengumpulkan jam terbang, cara terbaik untuk mengumpulkan portofolio adalah menawarkan 'free project'.

Inspirasi

Setiap desainer yang berpengalaman pasti menyadari bahwa mereka perlu banyak-banyak inspirasi. Inspirasi akan membuka perspektif, sehingga kita menemukan banyak ide dan kemungkinan dalam menggarap project. Begitu pun portofolio, diluar sana banyak contoh-contoh cara menampilkan portofolio yang keren sebagai referensi. Tapi jangan plagiat juga ya..

Testimoni

Testimoni itu cukup powerfull. Kesan-kesan dari klien kita sebelumnya (yang positif tentunya) akan meningkatkan kredibilitas kita sebagai desainer.Terlebih lagi kita menampilkan testimoni dari klien yang prestisius, sudah pasti jadi nilai plus! tapi jika belum punya, testimoni positif dari siapapun sudah cukup baik kok.

2. Planning

Selain portofolio, ada beberapa persiapan yang akan sangat membantu kita ketika bertemu dengan klien nanti.

Daftar pertanyaan

Ada dua daftar pertanyaan yang baiknya kita persiapkan, yang pertama ialah daftar pertanyaan kemungkinan akan ditanyakan oleh klien. Seperti misalnya pertanyaan tarif yang dikenakan, apa saja skill kemampuan kita, bagaimana pengalaman kita, dan lain sebagainya. Buatlah list kemungkinan ini dan siapkan jawaban terbaik sehingga ketika ditanyakan nanti kita tidak bingung. Yang kedua ialah daftar pertanyaan untuk klien atau yang bisa kita sebut kuesioner. Kuesioner ini dapat kita gunakan sebagai pegangan ketika berdiskusi mengenai konsep desain nanti. Poin-poinnya dapat berupa background klien, skema warna yang disukai, pesan yang ingin disampaikan, untuk lebih jelasnya searching saja ya. 

Surat Kontrak Kerja

Kontrak ini akan melindungi kita ketika sudah deal harga nanti. Dalam kontrak ini cantumkan fee yang sudah disepakati, jangka waktu pengerjaan yang sudah tidak bisa dirubah lagi, dan ketentuan revisi. Jika terjadi perubahan, misalnya waktu pengerjaan yang minta dipercepat, maka dapat dikenakan fee tambahan.

3. Dress to Impress

Untuk profesi apapun termasuk sebagai desainer freelance, penampilan itu ga kalah penting. Yang pertama, penampilan akan menambah rasa percaya diri kita ketika berhadapan dengan klien. Kedua, penampilan yang tidak rapi dapat membuat klien meragukan keseriusan kita. Kebayangkan klien kita udah rapi-rapi ternyata ketika bertemu kita hanya pakai kaos oblong dan jins belel, klien pasti ilfil. Berpenampilan rapi tidak harus kaku juga, kita bisa cari referensi di majalah atau googling bagaimana berpenampilan rapi, fashionable dan nyaman. Jangan lupa juga sedikit wewangian biar makin pede dan makin kece ;)

4. Show Time

Portofolio sudah siap, persiapan sudah matang, penampilan sudah oke, sekarang saatnya kita bertemu dengan klien. Setelah perkenalan singkat, jangan terlalu bertele-tele, kita bisa langsung pada presentasi portofolio kita. Ketika berbicara, jangan menjelaskan terlalu cepat. Biarkan klien menyerap setiap informasi yang kita berikan. Sekali-kali melucu boleh kok, tapi jangan berlebihan, nanti dikira enggak serius atau malah jadi garing dan berpotensi menimbulkan awkward moment. Asal suasana sudah santai dan masing-masing sudah mulai nyaman itu sudah cukup bagus.

Percaya Diri, Bukan Arogan

Dalam berkomunikasi, kita harus yakin kalau desain kita adalah yang terbaik. Mungkin kita tahu diluar sana banyak sekali desainer yang lebih skillfull, tapi dititik ini kita harus tetap yakin bahwa kitalah pilihan terbaik yang dimiliki klien, dan kita yakin bisa menghandle problem desain klien. Kalau belum apa-apa kita udah minder duluan gimana calon klien bisa yakin sama kita? Dari sinilah kita akan percaya diri ketika presentasi. Tapi ingat, jangan over confident juga, calon klien bisa males jadinya.

Jangan Telat, Jangan Telat, Jangan Telat

Ini juga penting. Keterlambatan bisa meluluhlantakkan berbagai persiapan yang telah kita lakukan. Segala persiapan jadi enggak ada artinya jika kita terlambat dan mood klien sudah terlanjur rusak. Mending mereka yang datang terlambat asal jangan kita yang telat.

Punya tips dan jurus lain yang dapat membuat kita tampil meyakinkan ketika bertemu klien? Share disini!

Sumber : www.designshack.net, www.tipsgraphdesign.com





" First impressions are key,if you give me a bad first impression I probably will have that idea of you  forever honestly. "

- Anonymous -

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons