Monday, December 24, 2012

SNMPTN Dihapuskan, Mempermudah atau Mempersulit?


Beberapa waktu lalu Kemendikbud telah resmi menghapus ujian tulis SNMPTN untuk sistem penerimaan mahasiswa baru. Berbagai tanggapan langsung muncul menanggapi kebijakan baru ini. Banyak yang menilai kebijakan ini merupakan kebijakan kontroversial karena memiliki banyak kekurangan. Tapi ada juga yang menyambut baik karena dinilai lebih efektif dan efisien.

Dengan penghapusan SNMPTN ini, seleksi akan dilakukan melalui penilaian rapor dan pertimbangan nilai UN. Hal inilah yang memicu kontroversi. Karena Ujian Nasional yang dilakukan saat ini pada praktiknya dinilai masih banyak kecolongan dan kebohongan sehingga tidak layak untuk dijadikan indikator penyeleksian siswa. Berbeda dengan penilaian SNMPTN yang selama ini dianggap cukup kredibel dalam pemilihan mahasiswa baru.

Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyatakan bahwa penghapusan ini akan meringankan anggaran pendidikan. Pernyataan ini memang ada benarnya, tetapi perlu ditinjau pula apakah kebijakan ini akan menjamin kualitas output nanti. Karena apabila penghematan anggaran yang menjadi alasan, masih bantak alternatif lain yang bisa dilakukan seperti pemotongan anggaran studi banding dan fasilitas dewan.

Sebagian yang menyambut baik penghapusan SNMPTN menilai, kebijakan ini akan mempermudah calon mahasiswa dan bibit unggul dari setiap sekolah untuk menembus perguruan tinggi. Siswa yang memiliki nilai akademis baik sejak awal tentu akan diuntungkan sehingga akan lebih mudah menebus kursi perguruan tinggi.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons